Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

Thailand-Kamboja Bersitegang, 2 Tewas


Aksi baku tembak antara tentara Thailand dan Kamboja memakan korban. Dua orang tewas akibat pertempuran antar kedua negara.

Seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/2/2011), seorang tentara Kamboja dan seorang warga sipil tewas setelah terjadi ketegangan di perbatasan kedua negara.

Seorang tentara Kamboja tewas dalam pertempuran dekat kuil kuno Preah Vihear yang menjadi wilayah sengketa. Sementara, seorang warga Thailand juga tewas karena bom artileri. Sementara lima tentara Thailand terluka

Baik Thailand dan Kamboja saling menuduh yang lain memulai pertempuran. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Chhum Socheat mengatakan bahwa empat tentara Kamboja telah terluka dan empat tentara Thailand telah ditangkap dalam pertempuran yang berlangsung selama hampir tiga jam.

Daerah sekitar candi ini diklaim oleh kedua belah pihak. Kamboja berencana untuk mengadu ke PBB atas apa yang disebutnya sebagai 'invasi Thailand'.

"Kami akan mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB pada Sabtu," kata Socheat.

Namun, Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuwon menyebut kalau insiden itu bagian dari negosiasi. "Kami sedang bernegosiasi sekarang dan saya yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja," katanya.

Planet Mars Diduga Sembunyikan Banyak Es


Kutub-kutub planet Mars kemungkinan bukanlah satu-satunya tempat di mana air es bersembunyi di planet itu. Dari penemuan terbaru, astronom memprediksi bahwa es juga hadir di kawah-kawah yang ada di sekitar garis katulistiwa Mars.

Temuan ini disebut-sebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap eksplorasi planet Mars di masa depan. Nantinya, es tersebut berpeluang dapat dimanfaatkan sebagai penyambung hidup ketika manusia mulai ada yang ditugaskan di sana.

Menggunakan gambar-gambar yang diambil oleh Mars Global Surveyor dan Mars Reconnaissance Orbiter, David Shean, Planetary Geologist dari Malin Space Science Systems di San Diego, Amerika Serikat menyebutkan, tampaknya ada banyak material yang kaya akan es terkubur di dasar setidaknya 38 kawah di kawasan Sinus Sabaeus, yang ada di dekat katulistiwa Mars.

“Sangat mengherankan bahwa hal-hal seperti ini tidak disadari sebelumnya meski sudah ada ratusan ribu foto-foto resolusi tinggi yang diambil selama 15 tahun terakhir,” kata Shean, seperti dikutip dari Space, 2 Februari 2011. “Ini bukti bahwa planet Mars memang penuh dengan kejutan.”

Dari penelitian-penelitian terdahulu, kutub planet Mars diperkirakan menyimpan es. Akan tetapi, iklim di planet itu terlalu keras bagi kelangsungan air. Udara di sana sangat tipis sehingga jika ada es di permukaan planet akan segera menguap.

“Sejak lama kami telah melihat gambar-gambar yang menunjukkan bahwa tampak material yang kaya akan es di dasar kawah di kedua kutub Mars,” kata Shean. “Yang mengherankan, ternyata material yang sama juga ditemukan di khatulistiwa planet itu,” ucapnya.

Shean menyebutkan, jika ada es yang terkubur di khatulistiwa, tampaknya ia menyimpan catatan penting terhadap kondisi iklim di masa lalu Mars yang sangat ingin dianalisa oleh ilmuwan.

Lebih lanjut, Shean menyebutkan, kawasan khatulistiwa jauh lebih menarik untuk dijadikan tujuan untuk eksplorasi di masa depan dibandingkan dengan kutub karena mendapatkan lebih banyak sinar matahari dan memiliki temperatur yang lebih hangat.

“Khatulistiwa cocok untuk kendaraan penjelajah bertenaga matahari,” kata Shean. “Namun demikian, eksplorasi masa depan juga membutuhkan air sebagai sumber pendukung kehidupan,” ucapnya.

Temuan es di kawasan khatulistiwa planet Mars tersebut dipaparkan di jurnal Geophysical Research Letters. (hs)

Selasa, 01 Februari 2011

konflik tunisia, 32 WNI Dievakuasi

Sebanyak 32 (tiga puluh dua) WNI telah dievakuasi dari Tunisia menyusul memburuknya situasi keamanan akibat konflik di wilayah tersebut.

Ke 32 WNI telah dibawa langsung ke Kementerian Luar Negeri untuk diserahkan kepada pihak Pemda dan keluarga oleh Wakil Menteri Luar Negeri (27/1) lalu.

Ke 32 WNI tersebut sebelumnya bekerja di lingkungan keluarga dekat Presiden Ben Ali dan pejabat tinggi Tunisia lainnya sebagai pembantu rumah tangga.

Mereka dievakuasi ke Indonesia karena revolusi rakyat yang terjadi di Tunisia yang menjatuhkan Presiden Ben Ali yang telah berkuasa selama 23 tahun itu.

Seluruh biaya selama penampungan dan biaya tiket pemulangan ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri. Para WNI/TKI tersebut pada umumnya tidak memiliki surat izin kerja dan izin tinggal. Bahkan mereka disinyalir tidak dilindungi oleh kontrak kerja yang jelas karena pengiriman dari Indonesia dilakukan tidak melalui prosedur sebagaimana mestinya.

Untuk memberantas praktek-praktek trafficking semacam yang mengakibatkan banyaknya WNI/TKI bermasalah di luar negeri seeprti ini, Kemenlu bekerjasama dengan Mabes Polri mengambil langkah-langkah hukum dan segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku trafficking. C9/pr

Hosni Mubarak Memilih Mati di Tanah Mesir

Ketika seperempat juta orang berdemonstrasi menuntutnya segera mundur, Presiden Mesir, Hosni Mubarak tampil di layar televisi dan memastikan bahwa ia tidak akan mundur dan terus menjadi presiden hingga saat-saat terakhir kepemimpinannya. Dia juga bertekad'memilih mati di tanah Mesir'.

"Saya akan menggunakan beberapa bulan yang tersisa dari jabatan saya untuk melayani kehendak rakyat," kata Mubarak, dalam acara televisi yang ditayangkan Selasa malam pukul 23.00 waktu setempat, seperti dimuat Al Jazeera.

Mubarak tidak akan mengikuti Pemilu lagi. Ini berarti ia akan memimpin pemerintahan transisi sampai pemilihan presiden mendatang yang dijadwalkan digelar September tahun ini.

Mubarak berjanji mereformasi konstitusi, khususnya Pasal 76 yang tak memberi kesempatan pada calon independen untuk maju. Ia juga berjanji akan fokus untuk memberbaiki kondisi ekonomi dan menyediakan lebih banyak lapangan kerja.

"Saya akan mengalihkan kekuasaan dengan segala cara untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan pemerintahan baru ini akan memenuhi semua keinginan dan harapan rakyat Mesir dalam hal politik, ekonomi, dan sosial."

Sejak awal pidatonya, Mubarak mengatakan, generasi muda memiliki hak untuk melakukan aksi. Namun, dengan nada cepat, ia berbalik menuduh bahwa para pengunjuk rasa telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang mencoba 'merongrong pemerintahan'.

Pernyataan presiden yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade tidak melegakan para demonstran. Tapi justru memicu kerusuhan.

Sesaat setelah Mubarak tampil di televisi, bentrok terjadi antara massa antipemerintah dan barisan pendukung Mubarak di lapangan Mahatit Masr, di kota pelabuhan Alexandria.

Sementara di pusat konsentrasi massa di Tahrir Square, Kairo, pernyataan Mubarak membuat massa marah. Beberapa bahkan melemparkan sepatunya ke udara -- sebuah simbol penghinaan dalam masyarakat Arab.

Di beberapa lokasi lain, para demonstran sontak bersorak 'Turunkan Mubarak. "Kami tidak terima ia tetap tinggal hingga September nanti atau mengalihkan kekuasaan pada Omar Suleiman (wakil presiden). Ia harus pergi sekarang juga," kata tokoh oposisi Hassan Moussa.

Mubarak yang mantan komandan angkatan udara, berkuasa sejak tahun 1981, pasca terbunuhnya sang pendahulu, Anwar Sadat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More